Kepintaran Seseorang Dilihat dari Tulisannya

Sudah lama saya mendengar kalimat ini: Kepintaran seseorang dilihat dari tulisan-tulisannya. Sudah lama juga saya menyadari maknanya. Namun yang belum saya dapati adalah pengaplikasiannya. Pernah saya mencoba untuk mulai rutin menulis, makanya blog ini ada. Sebulan berselang, yah, ada satu dua tulisan yang lahir. Setahun berselang, blog ini mati seperti halnya produktifitas saya.

Sore ini salah seorang sahabat (cc: Miftahul Khairati) tiba-tiba mengingatkan saya akan blog ini. Kalau ternyata saya memiliki sebuah sarana menulis yang sangat minim saya manfaatkan. Tibalah pikiran untuk mulai menulis lagi. Dengan Basmallah, saya niatkan mulai hari ini untuk rajin menulis. Bukan spongebob atau naruto, atau ovj, atau gossip, atau sinetron-lah yang membuat otakkmu tumpul. Tapi keengganan dan kemalasanmu untuk menulislah yang membuat otakmu tumpul.

Sebuah Nasihat dari Dorothy Law Nolte

Kalau seoarang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum. Kalau seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan. Kalau seorang anak hidup dengan olokan , ia akan belajar menjadi malu. Kalau seorang anak hidup dengan rasa malu, ia belajar merasa bersalah. Kalau seorang anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Kalau seorang anak hidup dengan keadilan, ia belajar menjalankan keadilan. Kalau seorang anak hidup dengan ketentraman, ia belajar tentang iman. Kalau seorang anak hidup dengan dukungan, ia belajar menyukai dirinya sendiri. Kalau seorang anak hidup dengan penerimaan serta persahabatan, ia belajar untuk mencintai dunia. (Diambil dari buku Half Full - Half Empty)