“Seribu aja.. seribu aja,” teriak gembira sekelompok muda-mudi di kemacetan lalu lintas Jl. Ir. H. Juanda, Dago, Bandung. Petang telah lalu, magrib pun telah usai. Malam telah menjelang diiringi teriakan muda-mudi menyanyikan seribu aja.
Sembari bernyanyi, seorang muda membunyikan gitarnya. Menyesuaikan irama. Memperindah suara, mengimbangi suara temannya yang terkadang terdengar sumbang.